Cahaya….

Ketika gelap ini terasa begitu menyiksa…
Tiada cahaya…
Pergi…
Lalu kebekuan itu mencair dengan sendirinya…
Katakan pada tuhanku…
Memang hanya cahaya yang ia pancarkan yang aku butuhkan setelah cahaya dari Kuasa-Nya
Aku tak mungkin salah menilai…
Ketika ku tau hanya dia yang aku butuhkan…
Jangan hadirkan siapapun dengan terang melebihi cahaya yang pernah kuterima….
Jangan…
Aku tak akan sanggup menahan lara lagi..
Tak akan sanggup mengungkapkan apa yang terjadi
Biarlah kuterima nasib dan takdirku…
Menuju hanya pada satu cahaya…….

Jika Sang Bulan Jatuh Cinta Lagi……..

Hanya satu malam yang ia punya…
berdosakah dirinya jika mengingkari takdirnya…
Tak mungkin dia akan berhias cahaya ketika siang menjelma…
Malam yang memilikinya….
Hasrat itu tak akan pernah sampai,
Maka padamkanlah wahai pemilik jagad..
Tidak akan ada satu kekuatan lagi yang bisa membuatnya tersenyum….
Maka tak perlu ada kata Jika…
karena memang tidak akan pernah jiwanya meminta…
Cukup baginya menemani gelapnya malam…
Lapangkanlah…hatinya…
Untuk mengikuti nasib hidupnya………

Cinta…Cinta…Cinta…Irama Sang Pencinta

Ah…nelangsa tetaplah nelangsa yang terhempas…
kemanapun ia..siapapun yang menjaganya dia tak akan pernah mensyukuri apa yang sudah dimilikinya…
Dan seperti itulah aku…
Nelangsa yang pahit….yang jika tertelan akan menyebabkan kematian
Jangankan menelan, mencium bauku saja bisa membuat pingsan berhari..hari
Nelangsa kini menyaksikan belahan hatinya jatuh cinta…
saling mencinta…dengan matanya yang berurai…..
Ah nelangsa…sungguh tak ada tempat untukku
Selain kembali menelan obat tidur…..
Berharap tidur panjang segera menjemput……..

How Can I Not Love You by Joy Enriquez

Cannot Touch, Cannot Hold

Cannot Be Together

Cannot Love, Cannot Kiss

Cannot Have Each Other

Must Be Strong

And We Must Let Go

Cannot Say What Our Hearts Must Know

How Can I Not Love You

What Do I Tell My Heart

When Do I Not Want You Here In My Arms

How Does One Walkz Away From All Of The Memories

How Do I Not Miss You When You Are Gone


Cannot Dream

Cannot Share Sweet And Tender Moments

Cannot Feel How We Feel

Must Pretend Its over

Must Be Brave

And We Must Go On

Must Not Say What We’ve Known All Along


How Can I Not Love You

What Do I Tell My Heart

When Do I Not Want You Here In My Arms

How Does One Walkz Away From All Of The Memories

How Do I Not Miss You When You Are Gone

How Can I Not Love You

Must Be Brave

And We Must Be Strong

Cannot Say What We’ve Known All Along

How Can I Not Love You

What Do I Tell My Heart

When Do I Not Want You Here In My Arms

How Does One Walkz Away From All Of The Memories

How Do I Not Miss You When You Are Gone

How Can I Not Love You When Are Gone

Asa yang karam

cinta memang tak berhak memilih….
ketika seluruh asaku ku sampaikan pada sang matahari…
dia lebih memilih siangnya untuk berbagi
sementara aku hanyalah bulan yang mati
yang terbiasa oleh sesak…
lalu siapakah yang akan peduliku…
kecuali ketika purnama menjelma…
namun saat inipun kabut selalu menutupi bayanganku…
hampa…tanpa harapan…
aku benar-benar menghilang dari pandangannya…
walau setiap detik kulalui dengan memperhatikannya…
Tak akan mungkin dia memalingkan wajahnya untuk mencariku dalam kabut yang gelap
akhirnya kini aku hanyalah sepatah asa yang karam…

Biar Menjadi Kenangan (Reza Feat Masaki Ueda)

Biar Menjadi Kenangan

Tetes airmata ku tak tertahan lagi
Menanti kepastian tentang kita
Kau masih juga bersamanya
Masih mencintainya

Maafkanlah sayangku atas keadaan
Kamu tak pernah jadi kekasihku
Wajahnya selalu terbayang
Saat kau di sisiku

Aku dan kamu takkan tahu
Mengapa kita tak berpisah
Walau kita takkan pernah satu
Biarlah aku menyimpan bayang mu
Dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis di dalam hatiku
Meskipun perih namun tetap selalu ada
Di sini

Ku beri segalanya semampunya aku
Meski cinta harus terbagi dua
Mungkin kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku

Oh pasti kamu tak pernah tahu
Betapa sakitnya aku!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

——————————————————-
Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget!!!!!!!!!!!!!!!Sh**T

Saat air mata ini jatuh….

Aku tak pernah merasa diriku manusia yang punya kelebihan
Pada akhirnya dan selalu kusadari aku hanyalah seorang perempuan biasa
Air mata bagiku cukup untuk melepaskan semua kegundahanku
Ketika aku seharusnya marah, menuntut…akan lebih baik jika kau biarkan aku menangis…
Menangis dalam sandaran bahumu…
Dan tak perlu kau menghujatku atas tangisan itu…
Karena aku yakin semuanya akan baik-baik saja jika kau membiarkan aku begitu
Tau kah kau? Perlu sebuah keberanian untukku menunjukan sisi lemahku
Dan betapa berartinya dirimu saat itu…
Saat aku merasa tak kuasa untuk mengatakan apapun…
Saat aku bimbang harus memulai kalimat dari urutan yang mana
Saat aku mulai merasa cinta ini harus kupertahankan diatas api kemarahanku…
Aku melihatmu dan hanya ingin bersandar di bahumu…
Untuk kemudian perlahan membiarkan air mata ini menetes….
Tanpa kata..tanpa hujatan…tanpa makian…
Namun ketika kau mempertanyakan kenapa aku begitu….
Salahkah aku dengan segala emosi…ku keluarkan semuanya lewat bibir ini….
Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk melukaimu……
Tak pernah ingin menghujatmu…..
Karena sesungguhnya cukup bagiku berada disisimu…
Kau terdiam di tempatmu…walau tanpa sepatah kata…
Merasakan detak jantungmu….dan membiarkan amarah itu mengalir lewat tangis ini
Sesungguhnya hanya itu……

Tak Perlu Berubah…..

Setiap detik…laju malam yang tak pernah bisa aku hentikan…
Seperti itulah aku yang selalu menatapmu dalam bayangan kerinduan…
Jika mentari yang jua tak lelah menerangi bumi…
Ijinkan aku tetap seperti itu…
Aku tidak kehilangan apapun….saat bersamamu akan ku hitung sebagai tanda kebahagianku….
Satu dari yang ku yakini..tak harus ada yang berubah dari dirimu…
Aku mencintaimu sebagaimana adanya dirimu…
Tetaplah seperti itu…biarkan hatimu yang melihat keberadaanku…
Bukan tatapanmu…
Aku tak akan mengelak ketika rajammu menyobek kulit terluar dari hatiku
Seribu obat telah ku siapkan dan kau tak perlu khawatirkan itu…
Aku menyukaimu menjadi dirimu sendiri…
Tak perlu kau tundukan wajahmu untuk mengiba keberadaanku….
Karena seberapa jauhpun kau berada di atas bayanganku
Aku akan selalu menatapkan pandanganku untukmu…..
Tak perlu kau tanyakan keadaanku…karena hatiku tetap tentram dengan sikap biasa-biasamu…..
Tak perlu……karena siapapun kau…
Dengan segala kepribadianmu….
Perasaanku padamu tak akan pernah berubah………..

Sepenggal Kisah Di Saat Malam Datang…

malam ini ada yang memintanya untuk berkisah…
kenapa selalu saat malam tiba…
Semuanya ingin ia ungkap….
kalau ada irama untuk mengiringi..
seketika dia ingin bernyanyi…
biarlah lantunan kepedihan dari jiwanya
berubah menjadi melodi-melodi yang menyanyat hati bagi siapapun yang mendengar…
Dia tidak lagi menjadi pemilik bagi hatinya sendiri..
kepedihan apa yang lebih menyakitkan dibanding kehilangan hak atas sesuatu yang menjadi miliknya sendiri
Dia kembali berisyarat…pada rembulan yang penuh.. walau tidak mencapai purnama
Dia sendirian…kembali mengais-ngais sisa angan yang seharusnya dia gapai
Namun malang baginya…hatinya sudah tak lagi membuka jalan untuk dia tempuh
karena ketakutan akan kemalangan yang lebih jauh…telah menutupi seluruh keinginan jiwanya..
Biarlah kini asa itu dia titipkan pada orang lain…
pada raja yang menguasai kepunyaannya….
biarkan dia mengurut waktu…
akan dibawa kemana semua ini…
biarkan dia menutup matanya…telinga dan juga hati yang sudah bukan miliknya lagi…..

Memaafkan Diri Sendiri

Setiap orang pasti pernah mengalami berada di sebuah titik yang terendah sekalipun, pernah mengalami masa-masa sulit, kehilangan, merasa tersakiti atau mungkin terkhianati. Ketika menghadapinya mau tidak mau pikiran dan hati kita terkuras baik sepenuhnya atau sebagian untuk memikirkan kejadian tersebut. bagi sebagian orang mungkin menangis adalah cara terbaik mengungkapkan semuanya termasuk saya :) , bagi yang lainnya bercerita pada orang terdekat bisa menjadi solusi. Tapi dari semuanya kadang marah dan memaki juga jadi alternatif untuk melampiaskan semuanya ( Untuk yang satu ini saya tidak menyarankannya :D )
Namun, seperti waktu yang terus berputar dan terbiasa menghapus semuanya. Tiap orang memiliki batas kemampuan yang berbeda dalam mengatasi situasi ini. ada yang dalam hitungan jam juga sudah bangkit lagi, ada yang membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan beberapa tahun. Ada juga yang satu jam saja sudah terlihat biasa dan tenang namun ketika malam kembali menangis tersedu-sedu, dan berulang setiap harinya…(Hal yang seperti ini yang sangat menyiksa).
Untuk bisa bangkit ternyata tidak mudah, apalagi ketika kita masih dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ” Mengapa?” “Kenapa?” ” Apa yang salah dengan saya?”
Instrospeksi diri bisa jadi cara efektif untuk mengendalikan semuanya. Lalu berangsur-angsur memaafkan orang yang kita anggap menjadi penyebab semuanya.
Akan tetapi…ada beberapa orang malah semakin terjebak dan jatuh lebih dalam ketika memikirkan pertanyaan-pertanyaan diatas…
Saya pernah mengalami, bahkan menjadi minder dan tidak percaya diri saat mengintrospeksi diri terlalu jauh yang berujung dengan menyalahkan diri sendiri. Hal ini membuat saya sulit melangkah maju karena ketakutan saya memiliki kekurangan sehingga hal sulit yang pernah saya alami akan terulang kembali.
Namun setelah saya berpikir dan merenungi nasib (hahahaha)…saya sadar… yang terpenting disini bukanlah melupakan tetapi memaafkan…
Untuk melangkah maju memaafkan kesalahan seseorang adalah pintu menuju gerbang kebahagian selanjutnya…
Tetapi yang terpenting dari itu, agar kita bisa berani menghadapi masa depan yang lebih baik…kuncinya adalah Memaafkan diri sendiri, tidak berlarut-larut menyalahkan diri sendiri…
Setiap orang saya yakin memiliki jalan pemikiran dan pilihan yang berbeda…
Apapun itu…Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik di masa yang akan datang….:)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.