Saat air mata ini jatuh….

Aku tak pernah merasa diriku manusia yang punya kelebihan
Pada akhirnya dan selalu kusadari aku hanyalah seorang perempuan biasa
Air mata bagiku cukup untuk melepaskan semua kegundahanku
Ketika aku seharusnya marah, menuntut…akan lebih baik jika kau biarkan aku menangis…
Menangis dalam sandaran bahumu…
Dan tak perlu kau menghujatku atas tangisan itu…
Karena aku yakin semuanya akan baik-baik saja jika kau membiarkan aku begitu
Tau kah kau? Perlu sebuah keberanian untukku menunjukan sisi lemahku
Dan betapa berartinya dirimu saat itu…
Saat aku merasa tak kuasa untuk mengatakan apapun…
Saat aku bimbang harus memulai kalimat dari urutan yang mana
Saat aku mulai merasa cinta ini harus kupertahankan diatas api kemarahanku…
Aku melihatmu dan hanya ingin bersandar di bahumu…
Untuk kemudian perlahan membiarkan air mata ini menetes….
Tanpa kata..tanpa hujatan…tanpa makian…
Namun ketika kau mempertanyakan kenapa aku begitu….
Salahkah aku dengan segala emosi…ku keluarkan semuanya lewat bibir ini….
Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk melukaimu……
Tak pernah ingin menghujatmu…..
Karena sesungguhnya cukup bagiku berada disisimu…
Kau terdiam di tempatmu…walau tanpa sepatah kata…
Merasakan detak jantungmu….dan membiarkan amarah itu mengalir lewat tangis ini
Sesungguhnya hanya itu……

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.