Asa yang karam

cinta memang tak berhak memilih….
ketika seluruh asaku ku sampaikan pada sang matahari…
dia lebih memilih siangnya untuk berbagi
sementara aku hanyalah bulan yang mati
yang terbiasa oleh sesak…
lalu siapakah yang akan peduliku…
kecuali ketika purnama menjelma…
namun saat inipun kabut selalu menutupi bayanganku…
hampa…tanpa harapan…
aku benar-benar menghilang dari pandangannya…
walau setiap detik kulalui dengan memperhatikannya…
Tak akan mungkin dia memalingkan wajahnya untuk mencariku dalam kabut yang gelap
akhirnya kini aku hanyalah sepatah asa yang karam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.