Sepenggal Kisah Di Saat Malam Datang…

malam ini ada yang memintanya untuk berkisah…
kenapa selalu saat malam tiba…
Semuanya ingin ia ungkap….
kalau ada irama untuk mengiringi..
seketika dia ingin bernyanyi…
biarlah lantunan kepedihan dari jiwanya
berubah menjadi melodi-melodi yang menyanyat hati bagi siapapun yang mendengar…
Dia tidak lagi menjadi pemilik bagi hatinya sendiri..
kepedihan apa yang lebih menyakitkan dibanding kehilangan hak atas sesuatu yang menjadi miliknya sendiri
Dia kembali berisyarat…pada rembulan yang penuh.. walau tidak mencapai purnama
Dia sendirian…kembali mengais-ngais sisa angan yang seharusnya dia gapai
Namun malang baginya…hatinya sudah tak lagi membuka jalan untuk dia tempuh
karena ketakutan akan kemalangan yang lebih jauh…telah menutupi seluruh keinginan jiwanya..
Biarlah kini asa itu dia titipkan pada orang lain…
pada raja yang menguasai kepunyaannya….
biarkan dia mengurut waktu…
akan dibawa kemana semua ini…
biarkan dia menutup matanya…telinga dan juga hati yang sudah bukan miliknya lagi…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: